Cara Budidaya Kacang Panjang


Kacang panjang adalah salah satu jenis sayuran yang paling sering dicari oleh masyarakat Indonesia. Sayuran ini sering digunakan untuk sayur maupun sebagai hidangan tambahan untuk sambal. Selain lezat, kacang panjang juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh karena kacang panjang memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Salah satu manfaat dari kacang panjang adalah dapat membantu melancarkan saluran pencernaan. Kacang panjang juga tergolong murah jika dibandingkan dengan biaya untuk perawatannya. Berikut ini adalah cara mudah budidaya kacang panjang.

1. Syarat Tumbuh
Kacang panjang tumbuh dengan baik pada tanah latosol, gembur, subur, banyak mengandung bahan organik, serta memiliki system drainase yang baik. Memiliki pH tanah sekitar 5,5 - 6,5 dan suhu antara 20° - 30° C.

2. Pembibitan
Ciri-ciri bibit kacang panjang yang baik dan memiliki kualitas bermutu adalah pemampilan bernas, daya kecambahnya di atas 85%, tidak rusak atau cacat, serta tidak mengandung wabah atau hama dan penyakit. Benih tidak perlu disemaikan, benih dapat ditanam langsung pada lubang-lubang yang telah disiapkan.

3. Pengolahan pada Media Tanam
Bersihkan lahan dari rumput liar dengan cara dicangkul maupun dibajak agar tanah menjadi gembur dan bebas dari rumput liar. Buatlah bedengan dengan lebar sekitar 60 - 80 cm dan jarak untuk tiap bedengan adalah 30 cm. Lakukan pengapuran dengan dolomit apabila pH tanah lebih rendah dari 5,5. Siram lahan dengan pupuk SUPERNASA yang telah dicampur dengan air di atas bedengan. Hasil akan lebih bagus apabila ditambah dengan penyemprotan POC NASA dan HORMONIK secara berkala.

4. Teknik Penanaman
Buat lubang pada tanah dengan jarak untuk merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, dan 30 x 40 cm. Jarak tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm serta 30 x 60 cm. Waktu tanam yang baik adalah pada saat awal musim kemarau atau awal musim penghujan. Sebelumnya benih direndam pada larutan HORMONIK selama ½ jam kemudian tiriskan, jangan sampai terkena sinar matahari/ternaungi. Masukkan benih ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji untuk setiap lubang. Tutup lubang dengan tanah tipis atau dengan abu dapur.

5. Penyulaman 
Apabila dalam waktu 3 - 5 hari benih kacang panjang tumbuh berarti benih sehat, namun apabila tidak tumbuh lakukan penyulaman.

6. Penyiangan
Setelah berusia 2 - 3 minggu lakukan penyiangan pada rumput yang tumbuh di sekitar tanaman kacang panjang.

7. Pemangkasan
Daun kacang panjang yang terlalu rimbun atau lebat sebaiknya dipangkas agar tidak menghambat pertumbuhan dari bunga kacang panjang.

8. Pemupukan
Pupuk sebaiknya diberikan pada lubang pupuk yang terletak di kiri dan kanan dari lubang tanam. Jumlah pupuk yang diberikan juga tergantung pada jarak tanam.

9. Pengairan
Lakukan pengairan secara rutin dan tiap hari pada saat fase awal pertumbuhan benih hingga menjadi tanaman muda.

10. Pengendalian Hama Penyakit
Pengelolaan hama dan penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida yang sesuai dengan hama atau penyakit yang menyerang tanaman. Penggunaan pestisida sebaiknya jangan terlalu berlebihan agar tidak mengurangi kualitas dari kacang panjang saat dipanen.

11. Pemanenan
Panen kacang panjang dapat dilakukan pada usia tanaman sekitar 3,5 - 4 bulan, ciri-ciri kacang yang siap panen adalah ukuran polong yang sudah maksimal. Cara memanennya adalah dengan cara memotong dengan menggunakan pisau atau gunting potong yang tajam.

Baca juga :

8 Jenis Hama Tanaman Hidroponik

Cara Budidaya Pisang

Cara Budidaya Terung